Sunday, June 5, 2016

Untuk siapa?

Kalau kamu bertanya pada seorang dokter umum atau koass apakah masih ada hal yang mereka ingin capai, maka saya yakin hampir sebagian besar dari mereka akan menjawab: "Saya ingin melanjutkan sekolah menjadi seorang dokter spesialis"

Mengapa begitu? Banyak alasan yang membuat seorang dokter di Indonesia untuk berpikir seperti itu. Alasan-alasan tersebut misalnya ingin meningkatkan kesejahteraan, ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, ingin mengaktualisasikan diri, ingin membahagiakan orang tua, dan lain-lain. Dari begitu banyak pilihan spesialisasi maka yang sejauh ini paling diminati adalah empat besar spesialisasi atau sering disebut dengan "mayor". Empat mayor tersebut yaitu Penyakit Dalam, Anak, Obgyn, dan Bedah. Keempat mayor ini begitu favorit karena mungkin karena keempat penyakit inilah yang paling sering ditemui sehari-hari. Selain itu juga keempat mayor inilah yang mungkin memiliki jumlah pasien terbanyak yang juga akan berpengaruh pada penghasilan.

Memang sejak awal masuk kedokteran dan memutuskan untuk menjadi seorang dokter kita tidak boleh berorientasi kepada uang. Karena kalau berorientasi kepada uang dan keuntungan lebih baik ambil jurusan lain saja seperti ekonomi atau menjadi seorang pengusaha. Tapi tak bisa kita pungkiri sebagai sebagai seorang manusia kita juga memiliki banyak sekali kebutuhan apalagi bila sudah berumah tangga tentunya ditambah kebutuhan rumah tangga dan anak.

Kewajiban seorang anak pun untuk memberikan sebagian penghasilan untuk orang tua pun tak bisa kita kesampingkan. Orang tua kita sudah mengeluarkan begitu banyak uang selama menyekolahkan anaknya menjadi seorang dokter dan di usianya yg sudah memasuki masa pensiun sudah kewajiban kita untuk membantu orang tua kita. Walaupun saya yakin tidak ada seorang orang tua pun yang mengharapkan balasan dari anak-anaknya.

Selain itu ada tanggung jawab moril lain yang harus kita ingat. Saudara-saudara kita di luar sana yang kurang beruntung tentunya membutuhkan uluran tangan kita. Ada hak fakir miskin dan anak yatim pada harta kita. Kesemua alasan tersebut mau tidak mau menuntut kita untuk berpenghasilan cukup. Bukan untuk diri kita saja tapi juga untuk menolong orang lain.

Kembali ke topik tadi. Menjadi seorang dokter spesialis adalah cita-cita yang sangat mulia. Tapi ada hal yang harus kita ingat bahwa kita harus menanyakan kembali pada hati kita bahwa ini adalah untuk kebaikan, untuk memberikan manfaat bagi orang banyak, dan bukan hanya untuk berorientasi pada kebutuhan ekonomi semata. Karena sesungguhnya manusia hidup haruslah bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Semoga saya, kamu, kita semua yang berencana melanjutkan sekolah diberikan jalan dan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan kita. Semoga hati dan niat kita diluruskan sehingga kita diberikan mana yang terbaik untuk kita. Diberikan sesuatu yang sesuai dengan passion kita masing-masing dan memberikan banyak manfaat bagi orang banyak. Aamiin. Because when you choose a speciality in medicine then you'll live the rest of your life with it. So choose wisely. :)