Blog ini berisi segala hal yang berhubungan dengan saya;kisah hidup saya, pemikiran-pemikiran saya, hobi-hobi saya, pokoknya apapun tentang saya. Ya iyalah blog-blog saya? Jadi suka-suka saya dong?? :p
Monday, October 27, 2014
Pemerintahan Baru Indonesia
Tuesday, October 21, 2014
Sepenggal Cerita Pelatihan ACLS Saya
Ceritanya saya dan beberapa teman saya yang sudah menyelesaikan program internsip tgl 26-28 September 2014 kemarin baru saja mengikuti Advanced Cardiac Life Support (ACLS) course di Jakarta. Ini ada kursus bantuan hidup resusitasi jantung dan paru untuk pasien yang mengalami henti jantung. Kursus ini sekarang menjadi semakin penting untuk diikuti oleh semua dokter umum. Karena angka kejadian henti jantung cukup tinggi dan kami sebagai dokter umum merupakan lini terdepan yang sering kali mendapatkan pasien dengan kondisi seperti ini khususnya saat berjaga di IGD atau bangsal.
Perjalanan kami mulai tanggal 25 September 2014 pagi dengan naik Bus DAMRI Bandar Lampung - Jakarta. Saya berangkat bersama Ponda, Hanny, Uun, April, Musay, Mbak Zelta, Mbak Melati, dan Mbak Kuwut. Kami berangkat pukul 08.00 WIB dan tiba di Jakarta Sekitar Pukul 16.30 WIB. Perjalanan terbilang cukup cepat dan lancar bahkan kami mendapatkan kapal Ferry KMP Virgo 18 buatan Jepang yang terbilang cukup bagus dan bersih saat penyebrangan dari pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak tadi.
Sekitar pukul 18.00 WIB kami sampai di tempat kami menginap. Kami menginap di Toba Residence di daerah Bendungan Hilir. Kebetulan cukup dekat dengan PERKI House tempat kami akan mengikuti pelatihan besok dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Di penginapan kami bertemu dengan empat orang teman yang lain, Indri, Arlen, Kak Niji, dan Kak Ika. Malam itu pun kami beristirahat dan belajar sebisanya untuk mengikuti pelatihan besok. Karena pelatihan akan berjalan cukup lama dab melelahkan. Sebagai informasi buku pelatihan yang sudah kami dapatkan harus sudah kami lahap dan khatamkan sejak sebelum pelatihan, karena saat pelatihan dimulai akan ada pretest dan ada batas nilai lulus minimal.
Esoknya kami pun menjalani pelatihan hari pertama. Kami semua dibagi menjadi dua, sebagian dari kami di lantai 2, dan sebagian lagi di lantai 3. Saya kebetulan dapat di lantai 3. Sempat ada perasaan sedikit tenang karena dokter penguji yang terkenal cukup "killer" ada di lantai 2. Hari itu pun kami mengikuti latihan hari pertama sebagian berisi materi dan sesekali diselangi dengan praktik. Pelatihan hari pertama selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Saya dan teman-teman kembali ke penginapan setelah sebelumnya kami mencari makan malam terlebih dahulu. Sedangkan teman-teman kami yang berada di lantai 2 belum pulang karena masih latihan. Wah, sepertinya memang benar bahwa lantai 2 lebih berat.
Keesokan harinya saat pelatihan hari ketiga setelah mengikuti sisa materi maka kami semua pun dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk megacode. Megacode ini semacam simulasi dari seluruh pelatihan kami dalam bentuk praktik. Betapa kagetnya saya bahwa sebenarnya tidak hanya di lantai 2 yang berat tetapi di lantai 3 pun ada pelatih yang terkenal "killer". Saya baru mengetahuinya dari salah seorang teman yang berasal dari FK UKI. Saat pembagian kelompok ditempel saya pun kaget karena saya berada di kelompok pelatih yang terkenal killer itu. Pasrah, stress, grogi bercampur menjadi satu. Tak jarang kami kadang mendapatkan teguran bernada keras dari pelatih tersebut. Saya pun sempat beberapa kali melakukan kesalahan karena grogi. Dan hari itu keadaan berbalik dari apa yang terjadi kemarin. Untuk hari ini kelompok saya yang pulangnya malam, malah teman-teman di lantai 2 sudah pulang dari jam 7 malam sedangkan kami masih latihan sendiri hinggal pukul 9 malam. Malam itu saya stress sekali karena besok kami harus menghadapi ujian praktik, bila ada satu saja step yang salah maka bisa dipastikan tidak akan lulus. Ditambah rasa lelah dan kantuk yang sangat namun masih harus menghapalkan algoritma yang cukup banyak. Saya belajar semampunya sampai dikalahkan oleh rasa kantuk.
Akhirnya kami tiba pada hari penentuan, hari ujian. Masing-masing dari kami akan diuji satu persatu sebagai kapten. Kami akan diberikan kasus dan kasus tersebut bisa berubah sesuai keinginan sang penguji selama ujian praktik. Kami diharuskan untuk melakukan apa saja tahapan yang harus dilakukan dengan benar sesuai algoritma yang sudah kami hapalkan kemarin. Suasana sangat tegang sebagian orang disuruh menunggu dulu di luar karena melakukan kesalahan. Saya pun semakin grogi. Yang berhasil lulus dalam satu kali percobaan hanya 5 orang sedangkan sisanya harus mengulang kesempatan kedua, termasuk saya. Kesempatan kedua ini adalah yang terakhir bila masih ada kesalahan maka tidak akan lulus. Saya grogi, saya coba menenangkan diri sebisa saya. Teman-teman dari FK Atmajaya memberi saran pada saya bahwa kuncinya adalah tenang, berbicara dengan lambat sambil berpikir. Memang tadi saya agak grasak grusuk karena grogi. Akhirnya satu persatu pun kami dipanggil ke dalam untuk kesempatan kedua, satu persatu berhasil menyelesaikan dengan lancar ujian yang diberikan. Sampai tiba pada giliran saya, saya berusaha melakukan semua dengan tenang, berbicara dengan lambat sambil berpikir, dan alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan semua ujian yang diberikan. Sayang salah seorang teman saya tidak berhasil menyelesaikan ujian dan terancam tidak lulus.
Setelah itu kami dikumpulkan di ruangan kembali. Acara penutupan pelatihan sekaligus pembagian map. Bila lulus maka isi map berwarna cokelat itu adalah sertifikat, sedangkan bila tidak lulus maka isinya adalah surat pemberitahuan untuk mengulang. Sampai akhirnya nama saya dipanggil, saya penasaran membuka isi map saya, saya intip sedikit dan alhamdulillah sertifikat!! Betapa lega dan bersyukurnya saya karena lelah dan letih selama ini terbayar sudah. Namun sayang salah seorang teman saya tidak lulus. Saya tau sebenarnya dia pintar mungkin karena grogi saja dan sedang tidak beruntung. Terima kasih kepada seluruh pelatih dari PERKI atas segala ilmu yang telah diberikan. Semoga kami dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.