Saturday, August 3, 2013

Penyuluhan Lansia

Ceritanya dimulai 2 hari yang lalu sekitar jam 9 malam. Saya ditelpon oleh mbak Ari salah seorang senior saya di kampus. Saat itu mbak Ari minta tolong saya untuk menggantikan dia memberikan penyuluhan pada lansia besok. Pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah zonk, saya bener-bener merasa tidak siap karena memang saya belum ada persiapan apapun. Tapi akhirnya setelah saya timbang-timbang ini bisa jadi sarana belajar saya untuk mengasah kemampuan menyuluh saya maka saya pun menyanggupi, itung-itung membantu senior. Malam itu juga saya dikirimi bahan power point untuk presentasinya. Sekilas saya lihat judulnya adalah Jatuh Pada Lansia, tidak begitu berat sepertinya. Malam itu saya pun mempelajari sedikit mengenai bahan yang akan saya presentasikan.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya memberikan penyuluhan, sebelumnya saya juga sudah pernah memberikan penyuluhan saat kuliah, saat koass, dan saat di Puskesmas. Namun yang ini berbeda, jadi saya diminta memberikan penyuluhan pada para lansia yang sedang antre mengambil uang pensiunan bulanan di salah satu bank, duh! Kebayang betapa tidak kondusifnya itu.

Keesokan harinya saya pun berangkat menuju bank tersebut. Saya sampai di bank tersebut sekitar pukul setengah sembilan pagi. Saya mendari pak Zai namun tidak ketemu, malahan saya ketemu mas-mas yang saya tidak tau namanya. Mas mas itu mempersilahkan saya langsung ke tempat penyuluhan. Betapa kagetnya saya yang pertama saya lihat adalah lautan lansia. Kakek, nenek, kakek, nenek, ada dimana-mana di ruangan yang sangat penuh sesak itu, nyaris mirip seperti pasar ikan tradisional. Saya pun mempersiapkan laptop dan bahan presentasi saya. Saya sambungkan ke LCD dan proyektor. Saya sempat mencari-cari dimana mic nya akhirnya saya dapatkan juga dari seorang mas-mas petugas bank.

Penyuluhan pun saya buka dengan salam, respon dari para lansia sebenarnya cukup bagus, hanya saja mereka jadi tidak fokus karema terpecah dengan antrean mereka. Suara saya dan mic petugas bank pun saling tumpang tindih, duh bener-bener ga kondusif. Bagian paling konyolnya adalah sempat beberapa kali mic saya dipinjam karena petugas bank ingin memberikan pengumuman. Sampai pada sesi tanya jawab ada beberapa lansia yang bertanya dan saya pun menjawab pertanyaan mereka. Tak lama kemudian petugas bank mengumumkan bahwa terjadi eror pada sistem antrean sehingga para lansia harus menumpuk buku tabungannya, benar-benar kacau menurut saya. Akhirnya setelah mengakhiri sesi tanya jawab saya pun menutup penyuluhan saya, saya senang masih ada beberapa lansia yang mendatangi saya dan bertanya pada saya, artinya dalam keadaan super tidak kondusif itu masih ada yang mendengarkan penyuluhan saya hehe. Ya lumayan sebagai pembelajaran, dan saran untuk pihak bank, plis buat lebih kondusif, jadi jangan sampai kegiatan penyuluhan ini hanya sebuah keharusan bagi pihak bank! Tapi pikirkam juga dong tersampaikan atau tidaknya informasi kepada para lansia tersebut!

Tuesday, July 30, 2013

Motherhood

Hari ini ceritanya saya, Hanny, Susu, Cherry, Emon, dan April mengunjungi salah satu kakak tingkat kami yang baru melahirkan, mbak Echa. Mbak Echa melahirkan sudah sejak dua hari yang lalu, namun baru sekarang kami bisa menjenguk. Ini merupakan kelahiran anak pertama bagi Mbak Echa, jadi bisa dibayangkan betapa bahagianya mbak Echa sekeluarga. Proses melahirkannya dengan cara operasi seksio sesar dikarenakan air ketubannya sudah pecah sebelum waktu yang seharusnya.

Kalau ada seorang ibu baru itu yang pertama kita liat pasti auranya, auranya si ibu beda, sekarang udah keluar keibuannya hehe. Kalau inget masa-masa pas koass dulu masih pecicilan jadi geli sendiri juga hehe. Ibunya Mbak Echa juga keliatan bahagia banget, gak berhenti-berhenti mandangin cucunya yang sedang tidur.

Ada yang bilang seorang wanita itu baru sempurna setelah melewati beberapa fase, menjadi seorang anak, seorang isteri, dan akhirnya seorang ibu. Mbak Echa juga sempat cerita bahwa proses pembiusannya agak lama dan cukup menyakitkan. Wah bener-bener ya perjuangan seorang ibu itu, sudah mengandung selama sembilan bulan, melahirkan, hingga menyusui dan mengasuh anak-anaknya hingga dewasa. Subhanalloh. Salut untuk para ibu di dunia. Buat Mbak Echa sekali lagi congrats!!

Wednesday, July 24, 2013

Cerita tentang UKDI

Ceritanya beberapa bulan yang lalu saya dan teman-teman saya mengikuti UKDI atau Uji Kompetensi Dokter Indonesia. Kami mengikuti UKDI yang diadakan pada bulan Mei 2013. Sekedar info jadi UKDI ini adalah semacam exit exam yang bertujuan mengetahui apakah seorang dokter sudah cukup kompeten atau tidak dimana hasil akhirnya nanti bagi yang lulus akan mendapatkan STR atau Surat Tanda Registrasi yang digunakan untuk berpraktik mandiri.

Untuk menghadapi UKDI tersebut maka saya dan 16 orang teman-teman saya berangkat ke Jakarta dan menetap selama sebulan untuk mempersiapkan diri menghadapi UKDI. Kami ikut semacam bimbel yang cukup ternama yang diadakan untuk menghadapi UKDI dijakarta. Otomatis kami pun menjadi anak kos dadakan selama sebulan. Tempat kos kami saat itu di daerah Rawamangun. Cukup nyaman untuk kami tinggali selama sebulam.

Bagian terpenting dari persiapan UKDI sebenarnya bukan les nya, tapi bagaimana kami belajar bersama dengan teman-teman dan membahasa ribuan soal sampai muntah dan mabok. Ya, sampai muntah dan mabok. Karena kami les seminggu sebenarnya hanya 3 kalo pertemuan hehe. Kemudian kami juga ikut try out UKDI yang diadakan oleh KBUKDI waktu itu. Try out nya kami ikuti di Universitas Yarsi saat. Try out ini juga merupakan komponen yang cukup penting dari persiapan karena dengan ikut try out maka kita akan tau kurang lebih gambaran suasana saat UKDI nanti, bagaimana ketatnya pengawasan, serta bagaimana model soal-soal yang dikeluarkan. Try juga merupakan ajang yang baik untuk menghapal soal dan mengukur kemampuan kita. Berhubung kami dulu hanya bertujuh belas maka kami tidak menghapal soal, kami menunggu pengumpulan soal dari anak FK Universitas Yarsi saja saat itu hehe. Menghapal soal dan mengetik kembali merupakan komponen yang penting juga, hal ini dilakukan oleh seluruh FK yang melaksanakan try out di Indonesia. Nantinya soal-soal imni akan ditukar dengan soal-soal try out dari teman-teman regio lain, karena soal-soal ini sering berulang atau minimal ada soal yang tipenya mirip.

Seperti anak-anak muda pada umumnya tentunya kami tidak hanya belajar di sini tapi juga bermain hehe. Sekedar pergi ke mal atau jalan mencari makan juga sering kami lakukan (malahan banyak jalan-jalannya! Hehe). Keliling kota Jakarta dengan berbekal rute Busway juga merupakan hal yang menyenangkan karena murah meriah. Bahkan kami sempat ke bogor dan puncak loh! Berkat teman kami Indri yang juga orang bogor hehe. Untuk kalian yang mau UKDI jangan lupa, selain belajar, refreshing juga hal yang penting loh.

Setelah sebulan di Jakarta akhirnya kami kembali lagi ke Bandar Lampung. Ujian UKDI kami ikuti di kampus kami. Alhamdulillah saya lulus sebagai first taker bersama 13 orang teman saya yang lain. Sayangnya ada 3 orang teman kami yang belum lulus UKDI. Semoga saja UKDI selanjutnya mereka lulus. Aamiin.

Halo

Halo... akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya saya kembali menulis di blog saya hari ini. Banyak sekali yang terjadi pada saya dalam beberapa tahun ini. Hal yang baik maupun hal yang buruk. Semua hal yang membuat saya menjadi saya yang sekarang. Alhamdulillah juga saya telah menyandang title saya sebagai seorang dokter tahun ini dan sudah lulus UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia). Sekarang saya sedang menunggu saat pemberangkatan ke wahana saya untuk manjalani program internship selama setahun. Wish me luck!