Ceritanya dimulai 2 hari yang lalu sekitar jam 9 malam. Saya ditelpon oleh mbak Ari salah seorang senior saya di kampus. Saat itu mbak Ari minta tolong saya untuk menggantikan dia memberikan penyuluhan pada lansia besok. Pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah zonk, saya bener-bener merasa tidak siap karena memang saya belum ada persiapan apapun. Tapi akhirnya setelah saya timbang-timbang ini bisa jadi sarana belajar saya untuk mengasah kemampuan menyuluh saya maka saya pun menyanggupi, itung-itung membantu senior. Malam itu juga saya dikirimi bahan power point untuk presentasinya. Sekilas saya lihat judulnya adalah Jatuh Pada Lansia, tidak begitu berat sepertinya. Malam itu saya pun mempelajari sedikit mengenai bahan yang akan saya presentasikan.
Sebenarnya ini bukan kali pertama saya memberikan penyuluhan, sebelumnya saya juga sudah pernah memberikan penyuluhan saat kuliah, saat koass, dan saat di Puskesmas. Namun yang ini berbeda, jadi saya diminta memberikan penyuluhan pada para lansia yang sedang antre mengambil uang pensiunan bulanan di salah satu bank, duh! Kebayang betapa tidak kondusifnya itu.
Keesokan harinya saya pun berangkat menuju bank tersebut. Saya sampai di bank tersebut sekitar pukul setengah sembilan pagi. Saya mendari pak Zai namun tidak ketemu, malahan saya ketemu mas-mas yang saya tidak tau namanya. Mas mas itu mempersilahkan saya langsung ke tempat penyuluhan. Betapa kagetnya saya yang pertama saya lihat adalah lautan lansia. Kakek, nenek, kakek, nenek, ada dimana-mana di ruangan yang sangat penuh sesak itu, nyaris mirip seperti pasar ikan tradisional. Saya pun mempersiapkan laptop dan bahan presentasi saya. Saya sambungkan ke LCD dan proyektor. Saya sempat mencari-cari dimana mic nya akhirnya saya dapatkan juga dari seorang mas-mas petugas bank.
Penyuluhan pun saya buka dengan salam, respon dari para lansia sebenarnya cukup bagus, hanya saja mereka jadi tidak fokus karema terpecah dengan antrean mereka. Suara saya dan mic petugas bank pun saling tumpang tindih, duh bener-bener ga kondusif. Bagian paling konyolnya adalah sempat beberapa kali mic saya dipinjam karena petugas bank ingin memberikan pengumuman. Sampai pada sesi tanya jawab ada beberapa lansia yang bertanya dan saya pun menjawab pertanyaan mereka. Tak lama kemudian petugas bank mengumumkan bahwa terjadi eror pada sistem antrean sehingga para lansia harus menumpuk buku tabungannya, benar-benar kacau menurut saya. Akhirnya setelah mengakhiri sesi tanya jawab saya pun menutup penyuluhan saya, saya senang masih ada beberapa lansia yang mendatangi saya dan bertanya pada saya, artinya dalam keadaan super tidak kondusif itu masih ada yang mendengarkan penyuluhan saya hehe. Ya lumayan sebagai pembelajaran, dan saran untuk pihak bank, plis buat lebih kondusif, jadi jangan sampai kegiatan penyuluhan ini hanya sebuah keharusan bagi pihak bank! Tapi pikirkam juga dong tersampaikan atau tidaknya informasi kepada para lansia tersebut!